Postingan

BELAS KASIH (YUNUS 4:1-11)

Gambar
  Belas Kasih Yunus 4:!-11 Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M.Th. Belas Kasih Yunus 4:1-11 Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M .Th.     Pengantar Kisah Yunus dalam pasal 4:1–11 menghadirkan kontras yang tajam antara hati manusia yang terbatas dan kasih Allah yang tak terbatas . Yunus, yang telah diutus untuk menyerukan pertobatan di Niniwe, justru marah ketika Allah menunjukkan belas kasih-Nya dengan mengampuni bangsa itu. Dalam dirinya muncul benturan antara keinginan untuk melihat keadilan ditegakkan dan kesediaan untuk menerima kasih karunia yang melampaui logika manusia. Yunus lebih menghendaki hukuman ketimbang pengampunan; ia lebih terpaku pada pandangannya sendiri daripada memahami hati Allah yang berbelas kasih. Gambaran hati Yunus ini mencerminkan kondisi rohani umat Tuhan di berbagai zaman, termasuk gereja masa kini. Dalam sejarah perkembangan gereja, kita melihat bagaimana umat Allah terus berhadapan dengan berbagai tantangan zaman. Kesadaran untuk memelihara h...

Kasih Mengalahkan Luka (Kejadian 50:15-21)

Gambar
  Kasih Mengalahkan Luka (Kejadian 50:15-21) Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M.Th. Pengantar Teologi pengampunan merupakan salah satu aspek penting yang mendasari pemahaman tentang keselamatan dan hubungan manusia dengan Tuhan. Pengampunan dipahami sebagai anugerah Allah yang diberikan kepada umat-Nya, yang merupakan hasil dari karya penebusan Kristus di kayu salib. Penebusan Kristus terhadap umat-Nya bukan hanya sekadar penghapusan dosa, tetapi lebih dalam lagi, sebuah pemulihan hubungan yang terputus antara manusia dan Allah. Dasar dari teologi pengampunan dapat ditemukan dalam doktrin tentang dosa asal dan kebutuhan manusia akan pengampunan. Dalam arti bahwa semua manusia telah jatuh dalam dosa melalui Adam, dan akibatnya, mereka terpisah dari Allah. Dalam keadaan ini, tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri; semua manusia berada dalam posisi yang sangat memerlukan pengampunan. Pengampunan tidak dapat dipisahkan dari doktrin tentang anugerah. Anugerah Allah,...

Tuhan Memulihkan Umat-Nya (Amos 9:11-15)

Gambar
  Tuhan Memulihkan Umat-Nya Amos 9:11-15 Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M.Th. Pengantar Ketika kita mendengar kata pemulihan, pikiran kita sering diarahkan pada sesuatu yang rusak, hancur, atau hilang, lalu diperbaiki dan dikembalikan ke keadaan semula, bahkan menjadi lebih baik. Dalam kehidupan sehari-hari, pemulihan bisa kita lihat saat sebuah rumah tua diperbaiki, saat seseorang pulih dari sakit, atau saat hubungan yang renggang dipersatukan kembali. Pemulihan adalah tanda adanya harapan baru setelah masa-masa yang berat. Pemulihan umat Tuhan berbicara tentang karya Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya meskipun mereka jatuh dalam dosa, mengalami hukuman, atau melalui masa penderitaan. Nabi Amos dengan tegas menegur bangsa Israel karena dosa-dosa mereka yaitu melakukan ketidakadilan, penyembahan berhala, dan hati yang menjauh dari Allah. Hukuman Allah dinyatakan, tetapi pada bagian akhir kitab Amos kita melihat secercah harapan: Allah berjanji akan membangkitkan kembali ...

SUKACITA ATAS KEMBALINYA ANAK YANG HILANG (LUKAS 15:11-32)

Gambar
  Sukacita Atas Kembalinya Anak Yang Hilang (Lukas 15:11-32) Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M.Th. Pengantar Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Hari ini kita akan merenungkan salah satu perumpamaan Yesus yang sangat indah, yaitu tentang anak yang hilang. Perumpamaan ini menceritakan tentang seorang bapa yang memiliki dua orang anak. Anak bungsu meminta bagian warisannya lebih awal, lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia menghabiskan semua hartanya untuk hidup berfoya-foya. Namun ketika uangnya habis dan negeri itu dilanda kelaparan, hidupnya menjadi sangat sulit. Bahkan untuk makan pun ia harus mengurus babi, dan berharap mendapat ampas makanan dari binatang itu. Dalam penderitaan itulah timbul penyesalan di hatinya. Ia sadar bahwa kebahagiaan yang ia kejar hanyalah sementara, sedangkan akibat dari perbuatannya adalah penderitaan yang begitu berat. Karena itu ia memutuskan untuk kembali ke rumah bapanya, meskipun ia merasa tidak layak lagi disebut sebagai anak, dan hanya berh...