Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

INJIL ADALAH HARAPAN YANG PASTI DI TENGAH TANTANGAN ERA POST-TRUTH (ROMA 1:16-17)

Gambar
  Injil adalah Harapan yang Pasti di Tengah Tantangan Era Post-Truth Roma 1:16-17 Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M.Th. Pengantar Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Kita hidup di zaman yang sering disebut sebagai era post-truth yaitu zaman di mana kebenaran tidak lagi diukur berdasarkan fakta, melainkan oleh perasaan dan opini pribadi. Di media sosial, berita palsu seringkali lebih cepat dipercaya daripada kebenaran; di dunia pendidikan dan budaya, nilai moral relatif dianggap wajar; bahkan dalam kehidupan rohani, banyak orang mencari " kebenaran " yang sesuai selera mereka, bukan kebenaran Allah. Istilah “ Post-Truth ” berasal dari dua kata bahasa Inggris: post (sesudah) dan truth (kebenaran). Namun, arti istilah ini bukan berarti “ zaman setelah kebenaran tidak ada lagi ”, melainkan menggambarkan suatu keadaan di mana kebenaran tidak lagi menjadi dasar utama dalam membentuk opini publik atau keputusan seseorang. Menurut Oxford Dictionaries , post-truth didefinisikan s...

BELAS KASIH (YUNUS 4:1-11)

Gambar
  Belas Kasih Yunus 4:!-11 Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M.Th. Belas Kasih Yunus 4:1-11 Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M .Th.     Pengantar Kisah Yunus dalam pasal 4:1–11 menghadirkan kontras yang tajam antara hati manusia yang terbatas dan kasih Allah yang tak terbatas . Yunus, yang telah diutus untuk menyerukan pertobatan di Niniwe, justru marah ketika Allah menunjukkan belas kasih-Nya dengan mengampuni bangsa itu. Dalam dirinya muncul benturan antara keinginan untuk melihat keadilan ditegakkan dan kesediaan untuk menerima kasih karunia yang melampaui logika manusia. Yunus lebih menghendaki hukuman ketimbang pengampunan; ia lebih terpaku pada pandangannya sendiri daripada memahami hati Allah yang berbelas kasih. Gambaran hati Yunus ini mencerminkan kondisi rohani umat Tuhan di berbagai zaman, termasuk gereja masa kini. Dalam sejarah perkembangan gereja, kita melihat bagaimana umat Allah terus berhadapan dengan berbagai tantangan zaman. Kesadaran untuk memelihara h...

Kasih Mengalahkan Luka (Kejadian 50:15-21)

Gambar
  Kasih Mengalahkan Luka (Kejadian 50:15-21) Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M.Th. Pengantar Teologi pengampunan merupakan salah satu aspek penting yang mendasari pemahaman tentang keselamatan dan hubungan manusia dengan Tuhan. Pengampunan dipahami sebagai anugerah Allah yang diberikan kepada umat-Nya, yang merupakan hasil dari karya penebusan Kristus di kayu salib. Penebusan Kristus terhadap umat-Nya bukan hanya sekadar penghapusan dosa, tetapi lebih dalam lagi, sebuah pemulihan hubungan yang terputus antara manusia dan Allah. Dasar dari teologi pengampunan dapat ditemukan dalam doktrin tentang dosa asal dan kebutuhan manusia akan pengampunan. Dalam arti bahwa semua manusia telah jatuh dalam dosa melalui Adam, dan akibatnya, mereka terpisah dari Allah. Dalam keadaan ini, tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri; semua manusia berada dalam posisi yang sangat memerlukan pengampunan. Pengampunan tidak dapat dipisahkan dari doktrin tentang anugerah. Anugerah Allah,...