Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Tuhan Memulihkan Umat-Nya (Amos 9:11-15)

Gambar
  Tuhan Memulihkan Umat-Nya Amos 9:11-15 Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M.Th. Pengantar Ketika kita mendengar kata pemulihan, pikiran kita sering diarahkan pada sesuatu yang rusak, hancur, atau hilang, lalu diperbaiki dan dikembalikan ke keadaan semula, bahkan menjadi lebih baik. Dalam kehidupan sehari-hari, pemulihan bisa kita lihat saat sebuah rumah tua diperbaiki, saat seseorang pulih dari sakit, atau saat hubungan yang renggang dipersatukan kembali. Pemulihan adalah tanda adanya harapan baru setelah masa-masa yang berat. Pemulihan umat Tuhan berbicara tentang karya Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya meskipun mereka jatuh dalam dosa, mengalami hukuman, atau melalui masa penderitaan. Nabi Amos dengan tegas menegur bangsa Israel karena dosa-dosa mereka yaitu melakukan ketidakadilan, penyembahan berhala, dan hati yang menjauh dari Allah. Hukuman Allah dinyatakan, tetapi pada bagian akhir kitab Amos kita melihat secercah harapan: Allah berjanji akan membangkitkan kembali ...

SUKACITA ATAS KEMBALINYA ANAK YANG HILANG (LUKAS 15:11-32)

Gambar
  Sukacita Atas Kembalinya Anak Yang Hilang (Lukas 15:11-32) Oleh: Pdt. Refamati Gulo, M.Th. Pengantar Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Hari ini kita akan merenungkan salah satu perumpamaan Yesus yang sangat indah, yaitu tentang anak yang hilang. Perumpamaan ini menceritakan tentang seorang bapa yang memiliki dua orang anak. Anak bungsu meminta bagian warisannya lebih awal, lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia menghabiskan semua hartanya untuk hidup berfoya-foya. Namun ketika uangnya habis dan negeri itu dilanda kelaparan, hidupnya menjadi sangat sulit. Bahkan untuk makan pun ia harus mengurus babi, dan berharap mendapat ampas makanan dari binatang itu. Dalam penderitaan itulah timbul penyesalan di hatinya. Ia sadar bahwa kebahagiaan yang ia kejar hanyalah sementara, sedangkan akibat dari perbuatannya adalah penderitaan yang begitu berat. Karena itu ia memutuskan untuk kembali ke rumah bapanya, meskipun ia merasa tidak layak lagi disebut sebagai anak, dan hanya berh...